BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam Ilmu Linguistik terdapat beberapa aliran. Aliran
yang dianut tersebut menjadi dasar bagi cara pengkajian dan analisis unsur
pokok Ilmu linguistik yaiotu bahasa. Antara satu aliran dengan aliran yang lainnya
memiliki beberapa perbedaan. Terutama bagaimana cara pandang aliran tersebut
terhadap bahasa.
Antara satu aliran dan aliran yang lainnya tidak bisa
dipisahkan satu sama lain. Aliran Praha tidak bisa dipisahkan dengan aliran
strukturalis Amerika. Dan ada saatnya aliran Tta Bahasa Transformasi tidak
dapat dipisahakan juga dari studi aliran linguistik diakronik. Sebagai contoh
pada Linguistik Tradisional khususnya pada saat Linguistik Modern digagas.
Karena adanya keheterogenan aliran dalam ilmu linguistik
itu, maka perlu adanya telaah khusus pada masing-masing aliran. Agar terpenuhinya pemahaman akan
masing-masing aliran secara mendalam. Maka perlu bagi kelompok kami untuk
memaparkan Aliran Strukturalis Amerika.
1.2 Rumusan masalah
1.2.1
Apa definisi dari
Strukturalisme Amerika?
1.2.2
Siapa tokoh-tokoh yang berperan dalam
pengkajian Aliran Strukturalisme Amerika?
1.2.3
Faktor apakah yang
menyebabkan Aliran Stukturalisme Amerika ini berkemkembang?
1.2.4
Teori dan praktek yang bagaimanakah yang digunakan oleh Kaum
Strukturalisme Amerika?
1.3 Tujuan dan manfaat
1.3.1
Untuk mengetahui
definisi dari Strukturalisme Amerika.
1.3.2
Untuk mengetahui
tokoh-tokoh yang berperan dalam pengkajian Aliran Strukturalisme Amerika.
1.3.3
Untuk mengetahui faktor
yang menyebabkan Aliran Strukturalisme Amerika dapat berkembang
1.3.4
Untuk mengetahui
konsep teori dan praktik dari aliran strukturalisme Amerika.
BAB
2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Strukturalisme Amerika
Salah
satu aliran dalam ilmu linguistik adalah Aliran Strukturalisme Amerika. Sebuah
aliran yang memiliki kekhususan analisis bahasa dan cara kerjanya. Kekhususan
itu terlihat dari cara kerjanya yang fokus pada struktur bahasa. Struktur itu
terdiri dari fon,fonem,morfem,kata kalimat da wacana. Namun tingkatan bahasa
tersebut dianalisis sendiri-sendiri. Jadi antar sturktur bahasa dianggap
terpisah.
Pada
dasarnya, aliran strukturalisme Amerika adalah aliran yang bermula pada
permulaan abad XX. Aliran itu terdapat di kontinen Eropa dan benua Amerika
sebelah Utara. Jika di Eropa dikenal Ferdinand De Saussure, Boudouin de
Courtenay, Hjemself, Henry Sweet, O Jepersen danlain- lain. Di benua Amerika
sebelah utara ada Franz Boaz, Edward Sapir, dan Leonard Bloomfield. Menyusul
generasi berikutnya yang disebut dengan kaum Pasca Bloomfield. AmerikaFonologi
dijadikan dasar bagi penelitian-penelitiannya.
2.2 Tokoh yang berperan dalam Aliran Strukturalisme
Amerika
Dalam
Linguistik di Amerika mempunyai tiga tokoh yang sangat berperan dalam
pengkajian bahasa di benua tersebut. Ketiga tokoh tersebut ialah Franz Boaz, Edward Sapir dan Leonard
Bloomfield.
Franz
Boaz
merupakan seorang linguis yang otodidaktik yang telah menyumbangkan peran pada
penelitian bahasa-bahasa Indian Amerika. Boaz meneliti bahasa baik di rumpun
Indo-Eropa maupun diluar Indo-Eropa. Di Indo-Eropa membahas mengenai Infleksi
penanda sedangkan diluar Indo-Eropa, Boaz mencermati tentang struktur bahasa
Indian. Pandangan Boaz setiap bahasa akan memiliki kategori-kategori logis yang
merupakan keharusan digunakan pada bahasa tersebut. Ia dalam membahas strutural
bahasa ini lebih menitik beratkan pada bidang fonetik. Bahasa menurut Boaz
merupakan tuturan artikulasi yang berupa kategori gramatikal, pronomina kata
ganti (sendiri atau non sendiri) dan verb (orang, number, tense, mood, dan
voice).
Seorang mahasiswa Boas yang
bernama Edward Sapir tak kalah dalam
menyampaikan argumennya. kajiannya yang terkenal ialah mengenai suatu pemerian
bahasa. Selain itu, ia juga mempunyai suatu konsep bahasa yaitu makna bahasa
dikaitkan dengan visual, tingkat pemahaman dan rasa hubungan serta kesesuaian
bahasa dengan makna. Dari ide yang tertuang dibenaknya, murid dari Boaz ini
lalu membagi konsepnya menjadi sub kajian yaitu unsur-unsur tuturan, bunyi
bahasa, bentuk bahasa, bahasa-ras-dan kebudayaan. Unsur-unsur turunan berupa hubungan antara bentuk
linguistik, proses gramatikal dan konsep gramatikal. Sedangkan bunyi bahasa
mengenai pola atau perbedaaan bunyi cocok dalam perbedaan bahasa. Lain halnya
dengan bentuk bahasa yang menurut Sapir dapat dibagi menjadi konsep dasar dan
metode formal. Sedangkan pendapatnya yang terakhir mengenai corak suatu bahasa
ini dia kaji karena sebelum menekuni bidang linguistik ia juga menekuni bidang
antropologi.
Linguis
ketiga yang mengkaji bahasan ini ialah Leonard
Bloomfield. Bloomfield merupakan linguis Amerika yang peling besar
peranannya dalam menyebarkan prinsip dan metode strukturalisme Amerika. Salah
satu rumusannya digambarkan dengan rumus rangsangan dan tanggapan dengan
formula R – t.....r – T maksudnya suatu rangsangan praktis (R) menyebabkan
seorang berbicara alih-alih bereaksi secara praktis, ini merupakan penganti
bahasa-bahasa (t). Bagi pendengar, hal itu merupakan rangsangan pengganti
bahasa (r) yang menyebabkan dia memberi tanggapan praktis (T). Rumus di atas
sangat sinkron bila diterapkan dengan teori makna Bloomfield yang membedakan
peristiwa bahasa dengan peristiwa praktis dalam sebuah tuturan. Selain teori
tersebut Bloomfield juga mencetuskan teori mengenai bentuk bahasa, dari hasil
penelitiannya digariskan bahwa bentuk bahasa dibagi menjadi dua bentuk terikat dan
bentuk bebas, serta 4 cara penyusunan form yaitu order, modulation, phonetic
modification dan selection. Bentuk dapat dibagi dalam beberapa kelas
yaitu Sentence type (kalimat Tanya, kalimat berita dan sebagainya),
Construction (bisa juga disebut Syntax) dan Substitution (bentuk grammar yang
berhubungan dengan penggantian konvensional)
Selain ketiga tokoh sentral tersebut, dalam perkembangan
strukturalisme Amerika juga diteruskan oleh sebagian murid-muridnya lPasca
Bloomfield. Kejanggalan dalam menjelaskan analisis bahasa dijelaskan oleh murid
kesayangan Bloomfield, yaitu Charles F. Hockett. Penjelasan itu diungkapkan
dalam bukunya yang berjudul ‘ Two models of Grammatical Description ‘.
2.3
Faktor-faktor yang menyebabkan berkembangnya Strukturalisme Amerika
1. Pada masa itu para linguis di Amerika
menghadapi masalah yang sama, yaitu banyak sekali bahasa Indian di Amerika yang
belum diperikan. Mereka ingin memerikan bahasa bahasa-bahasa Indian dengan cara
yang baru, yaitu secara sinkronik. Karena cara lama yaitu historis
atau secara diakronik kurang
bermanfaat dan diragukan keberhasilannya.
Karena sejarah bahasa Indian itu sedikit sekali
diketahui. Malah banyak yang belum diketahiui.
2. Sikap Bloomfield yang menolak
mentalistik yang sejalan denhan iklim filsafat yang berkembang pada masa itu di
Amerika, yaitu filsafat behaviourisme. Oleh
karena itu, dalam memerika bahasa aliran strukturalisme ini selalu mendasarkan
diri dalam fakta-fakta objektif yang dapat dicocokkan dalam kenyataan –
kenyataan yang dapat diamati. Juga tidak mengherankan kalau masalah makna dan
arti kurang mendapat perhatian. Malah ada linguis amerika yang mendapat
perhatian,bahkan ada linguis Amerika misalnya Zellig S. Haris dengan bukunya Structural
Linguistics yang terpengaruh oleh Bloomfield
bertindak lebih jauh dengan meninggalkan makna sama sekali.Hal itu dikarenakan oleh cara
kerjanya yang berdasarkan pada data empiris,sebagai contoh fonem,morfem dan
kalaimat yang dapat dianalisis dan dipisah pisahkan.Sedangkan makna tidak bias
dianalisis secara empiris.
3. Adanya The Linguistic Society of America menciptakan hubungan yang baik
antara linguis-linguis sampai menerbitkan majalah language , wadah tempat melaporkan
hasil kerja mereka.Mereka bekerja dengan cara menekankan pentingnya data yang
objektif dalam bahasa. Bentuk
satuan satuan bahasa diklasifikasikan berdasarkan distribusinya sehingga mereka disebut kaum distribusionalis. Aliran
strukturalis yang dikembangkan oleh Bloomfield dan para pengikutnya disebut Taksonomi atau Bloomfieldian dan post-Bloomfieldian. Disebut demikian (aliran
Taksonomi) dikarenakan
oleh sistem analisis dan klasifikasi unsur-unsur
bahasa berdasarkan hubungan hierarkinya.
2.4 Teori dan Praktik
Dasar
dari teori aliran strukruralisme Amerika adalah fokus penelitian pada struktur
bahasa. Contohnya dalam analisis kalimat adalah
digunakannya teknik Immediate
Constituen Analisys (IC Analisys) . Bahan analisisnya
adalah unsur-unsur langsung yang menyusun suatu kalimat.
Unsur langsung itu adalah struktur bahasa. Struktur
Bahasa adalah kesatuan pola yang menyusun kerangka suatu bahasa. Struktur itu
memilki hubungan hierarki antara unsur yang satu dengan yang lainnya. Unsur
paling kecil akan membentuk unsur yang lebih besar. Dan unsur itu yang lebih
besar itu akan membentuk unsur yang lebih besar lagi. Begitu seterusnya.
Berikut hierarki struktur
bahasa yang dimaksud :
a.
FON
Fon adalah
bunyi ujaran yang diucapkan dan didengar oleh indra pendengar kita. Fon secara
khusus dipelajari dalam fonetik.
b.
FONEM
Fonem adalah
perwujudan dari fon dan memiliki fungsi pembeda. Cabang ilmu fonemik
mempelajari ini. Antara fonetik dan fonemik merupakan cabang ilmu dari ilmu
Fonologi.
c.
MORFEM
Morfem adalah
satuan bahasa terkecil yang mampu muncul berulang-ulang dengan bentuk lain.
Perilaku morfem secara khusus dipelajari dalam Morfologi.
d.
KATA
Kata merupakan
satuan Sintaksis. Kata memiliki beberapa ragam tergantung sudut pandang mana yang
dijadikan acuan.
e.
FRASE
Frase
merupakan sebuah kata atau lebih yang memiliki kesamaan fungsi.
f.
KLAUSA
Klausa
ditandai dengan intonasi belum berhenti atau koma.
g.
KALIMAT
Kalimat
merupakan sebuah klausa atau lebih dalam
satu intonasi final atau titik.
h.
WACANA
Wacana adalah
gabungan antara beberapa kalimat dalam hubungan antara hal-hal yang umum dengan
hal-hal yang lebih khusus. Atau dapat juga dikatakan sebagai gabungan kalimat
yang memiliki hubungan dekat. Atau hubungan lain yang saling melengkapi.
Dari keempat bentuk visualisasi
pengklasifikasian unsur-unsur kalimat di atas terlihat bahwa hubungan antar
struktur bersifat hierarki.
Secara
teori, kaum strukturalis Amerika memotong-motong,memisah-misahkan bahasa dalam
strutur bahasa. Hubungan antar struktur bhasa yang hierarki ini tidak ditelaah
secara hierarki pula. Tetapi justru diberi batasan bahwa antar struktur tidak
dapat disangkut pautkan. Misalkan saja saat meneliti kata yang dijadikan
dasarnya adalah tentang kata itu sendiri. Tidak dapat dilihat dari struktur
yang lebih kecil seperti morfem atau fonem.
Oleh karena metode penelitian yang berusaha
mensegmentasikan bahasa dalam fon, fonem dan seterusnya itu oleh kaum
transformasi memberikan sebutan dengan ilmu taksonomi bahasa. Hal itu
dikarenakan oleh penelitian yang bersifat penemuan-penemuan. Dalam ilmu lain,
taksonomi adalah tahapan penelitian paling mendasar. Dan bagi kaum transformasi
kaum strukturalisme Amerika adalah kaum yang belum sampai pada penarikan teori
kebahasaan.
Hal yang cukup fundamental dalam strukturalisme Amerika
adalah kaum strukturalisme Amerika menganggap bahwa aspek makna atau semantik
tidaklah penting bagi bahasa. Aspek itu pernah disinggung dalam suatu
pembahasan namun tidak dijadikan pertimbangan yang cukup penting. Dan yang
menjadi fokus penelitian tetap terbatas pada strukturnya saja.
Bloomfield masih terpengaruh oleh filsuf-filsuf
behaviorisme. Sehingga dalam meneliti bahasa Bloomfield menganggap bahwa bahasa
dapat berupa verbal maupun nonverbal. Bahasa verbal dapa berupa ujaran
sedangkan bahasa non verbal adalah berupa tingkah laku sebagai respon bahasa
verbal. Bahasa non verbal juga dapat berupa isi hati seseorang yang tidak
diungkapkan dalam bentuk ujaran. Sehingga dalam bentuk bukan ujaran pun bahasa
non verbal tetaplah merupakan bahasa.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Satu hal yang dapat disimpulkan dari Aliran Strukturalis
Amerika adalah bahwa dalam analisis bahasa yang digunakan hanyalah bahan yang
mentah. Yaitu tanpa melihat dari segala aspek yang dikandung secara hierarki
tersebut sebagai satu kesatuan yang utuh. Antar struktur tidak terjalin suatu
korelasi terlebih mengenai aspek semantik.
3.2 SARAN
Perlu adanya suatu interpretasi antar struktur sehingga
segala aspek bahasa mampu saling melengkapi. Karena antar struktur jelasnya
memilki hubungan yang dekat terkait dengan hierarkinya.
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Chaer, Abdul.2007. Linguistik Umum.
Rineka Cipta : Jakarta
2. Dardjowidjojo,Soenjono
(Ed).1987,Linguistik:Teori & Terapan.jakarta:Lembaga Bahasa Universitas Katholik Atma Jaya
3.