TEORI SASTRA , SEJARAH SASTRA DAN KRITIK SASTRA
Teori sastra adalah bidang studi sastra yang
berhubungan dengan teori kesusastraan, seperti studi tentang apakah
kesusastraan itu, bagaimana unsur-unsur atau lapis-lapis normanya; studi
tentang jenis sastra (genre ), yaitu apakah jenis sastra dan masalah umum yang
berhubungan dengan jenis sastra, kemungkinan dan kriteria untuk membedakan
jenis sastra, dan sebagainya ( Pradopo, 2002:34). Perihal unsur-unsur atau
lapis-lapis norma karya sastra dijelaskan lebih lanjut oleh Fananie yakni
menyangkut aspek-aspek dasar dalam teks
sastra. Aspek-aspek tersebut meliputi aspek intrinsik dan ekstrinsik sastra.
Teori intrinsic sastra berhubungan erat dengan bahasa sebagai sistem, sedang
konvensi ekstrinsik berkaitan dengan aspek-aspek yang melatarbelakangi
penciptaan sastra. Aspek tersebut meliputi aliran, unsur-unsur budaya,
filsafat, politik, agama, psokologi, dan sebagainya. (2000:17-18) Ditegaskan
lagi oleh Pradopo ( 2002:34) bahwa pokoknya semua pembicaraan mengenai teori
atau bersifat teori itu adalah lingkup teori sastra.
Sejarah sastra adalah studi sastra yang membicarakan
lahirnya kesusastraan Indonesia modern, sejarah sastra membicarakan sejarah
jenis sastra, membicarakan periode-periode sastra, dan sebagainya; pokoknya
semua pembicaraan yang berhubungan dengan kesejarahan sastra, baik pembicaraan
jenis, bentuk, pikiran-pikiran, gaya-gaya bahasa yang terdapat dalam karya
sastra dari periode ke periode (
Pradopo,2002: 34).
Dikemukakan oleh Fananie
(2000:19-20) bahwa berdasarkan aspek
kajiannya, sejarah sastra dibedakan menjadi:
a.
Sejarah
genre, yaitu sejarah sastra yang mengkaji perkembangan
karya-karya sastra seperti puisi dan prosa yang meliputi cerpen,
novel, drama, atau sub genre seperti pantun, syair, talibun, dan sebagainya. Kajian tersebut dititikberatkan
pada proses
kelahirannya, perkembangannya, dan pengaruh-pengaruh yang menyertainya.
b.
Sejarah
sastra secara kronologis, yaitu sejarah sastra yang mengkaji karya-karya sastra berdasarkan periodesasi
atau babakan waktu
tertentu. Di Indonesia penulisan sejarah sastra secara kronologis,
misalnya klasifikasi periodesasi tahun 20-an,
yang melahirkan Angkatan Balai Pustaka, tahun 30-an yang melahirkan Angkatan Pujangga Baru, tahun
42, sastra Jepang, tahun 45, Angkatan 45, tahun 60-an yang melahirkan
Angkatan 66, dan sastra
mutakhir atau kontemporer.
c.
Sejarah
sastra komparatif, yaitu sejarah sastra yang mengkaji dan membandingkan beberapa
karya sastra pada masa lalu, pertengahan,
dan masa kini. Bandingan tersebut bisa meliputi karya-karya sastra antar negara
seperti sastra Eropa dengan sastra
Indonesia, Melayu, dan sebagainya. Aspek-aspek yang dibandingkan dapat meliputi beberapa hal seperti yang dikemukakan oleh Rene Wellek, yaitu:
1)
Comparative literature: The study of oral literature expecially of
falle talk themes and then imigration, of how and other they have entered
higher artistic literature. (Pengkajian sastra lisan khususnya mengenai terra-terra cerita rakyat dan ceritakepindahannya,
bagaimana dan kapan sastra-sastra rakyat tersebut
berkembang / masuk pada bagian yang lebih tinggi pada keindahan sastra itu yang bersifat artistik).
2)
The study of relationship betwen two or more
literature. (Hubungan kajian antara dua atau beberapa karya sastra).
2)
The study of literature in its totality (world
literature or universal literature). (Kajian sastra secara
keseluruhan).
Pembagian di atas hanyalah merupakan pembagian
global, karena secara rinci, kajian komparatifnya dapat berupa aspek bahasanya, estetikanya, latar belakangnya, gaya,
pengaruh, atau semua aspek yang menyertai karya tersebut.
Kritik Sastra ialah studi sastra yang berusaha menyelidiki karya
sastra dengan langsung, menganalisis, menginterpretasi, memberi komentar, dan
memberikan penilaian (Pradopo,2002:34-35). Dikatakan Fananie, Kritik sastra itu
semacam pertimbangan untuk menunjukkan kekuatan atau kebagusan dan juga
kekurangan yang terdapat dalam karya sastra. Karena itu hasil dari kritik
sastra biasanya mencakup dua hal , yaitu baik dan buruk (goodness atau dislikeness) (2000:20).
Untuk memperoleh gambaran yang jelas, maka kritik
selalu berkaitan dengan judgement,
valuation, proper understanding and recornition, statement giving valuation,
and rise in value (2000:20).
Casino on a flat screen | Teklifbudur
BalasHapusRead on to find teklifbudur.com out how to use 드래곤 타이거 your device or phone to deposit 강원 랜드 앵벌이 and withdraw your winnings. slot machines with HD quality of HD, high 1xbet quality in HD. 브라 벗기 미션