Senin, 06 Januari 2014

STRUKTURALISME AMERIKA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1          Latar Belakang
Dalam Ilmu Linguistik terdapat beberapa aliran. Aliran yang dianut tersebut menjadi dasar bagi cara pengkajian dan analisis unsur pokok Ilmu linguistik yaiotu bahasa. Antara satu aliran dengan aliran yang lainnya memiliki beberapa perbedaan. Terutama bagaimana cara pandang aliran tersebut terhadap bahasa.
Antara satu aliran dan aliran yang lainnya tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Aliran Praha tidak bisa dipisahkan dengan aliran strukturalis Amerika. Dan ada saatnya aliran Tta Bahasa Transformasi tidak dapat dipisahakan juga dari studi aliran linguistik diakronik. Sebagai contoh pada Linguistik Tradisional khususnya pada saat Linguistik Modern digagas.
Karena adanya keheterogenan aliran dalam ilmu linguistik itu, maka perlu adanya telaah khusus pada masing-masing  aliran. Agar terpenuhinya pemahaman akan masing-masing aliran secara mendalam. Maka perlu bagi kelompok kami untuk memaparkan Aliran Strukturalis Amerika.


1.2          Rumusan masalah

1.2.1         Apa definisi dari Strukturalisme Amerika?
1.2.2         Siapa tokoh-tokoh yang berperan dalam pengkajian Aliran Strukturalisme Amerika?
1.2.3        Faktor apakah yang menyebabkan Aliran Stukturalisme Amerika ini berkemkembang?
1.2.4        Teori dan praktek  yang bagaimanakah yang digunakan oleh Kaum Strukturalisme Amerika?


1.3         Tujuan dan manfaat


1.3.1        Untuk mengetahui definisi dari Strukturalisme Amerika.
1.3.2        Untuk mengetahui tokoh-tokoh yang berperan dalam pengkajian Aliran Strukturalisme Amerika.
1.3.3        Untuk mengetahui faktor yang menyebabkan Aliran Strukturalisme Amerika dapat berkembang
1.3.4        Untuk mengetahui konsep teori dan praktik dari aliran strukturalisme Amerika.



BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Strukturalisme Amerika
Salah satu aliran dalam ilmu linguistik adalah Aliran Strukturalisme Amerika. Sebuah aliran yang memiliki kekhususan analisis bahasa dan cara kerjanya. Kekhususan itu terlihat dari cara kerjanya yang fokus pada struktur bahasa. Struktur itu terdiri dari fon,fonem,morfem,kata kalimat da wacana. Namun tingkatan bahasa tersebut dianalisis sendiri-sendiri. Jadi antar sturktur bahasa dianggap terpisah.
Pada dasarnya, aliran strukturalisme Amerika adalah aliran yang bermula pada permulaan abad XX. Aliran itu terdapat di kontinen Eropa dan benua Amerika sebelah Utara. Jika di Eropa dikenal Ferdinand De Saussure, Boudouin de Courtenay, Hjemself, Henry Sweet, O Jepersen danlain- lain. Di benua Amerika sebelah utara ada Franz Boaz, Edward Sapir, dan Leonard Bloomfield. Menyusul generasi berikutnya yang disebut dengan kaum Pasca Bloomfield. AmerikaFonologi dijadikan dasar bagi penelitian-penelitiannya.

  
2.2 Tokoh yang berperan dalam Aliran Strukturalisme Amerika
       Dalam Linguistik di Amerika mempunyai tiga tokoh yang sangat berperan dalam pengkajian bahasa di benua tersebut. Ketiga tokoh tersebut ialah Franz Boaz, Edward Sapir dan Leonard Bloomfield.
Franz Boaz merupakan seorang linguis yang otodidaktik yang telah menyumbangkan peran pada penelitian bahasa-bahasa Indian Amerika. Boaz meneliti bahasa baik di rumpun Indo-Eropa maupun diluar Indo-Eropa. Di Indo-Eropa membahas mengenai Infleksi penanda sedangkan diluar Indo-Eropa, Boaz mencermati tentang struktur bahasa Indian. Pandangan Boaz setiap bahasa akan memiliki kategori-kategori logis yang merupakan keharusan digunakan pada bahasa tersebut. Ia dalam membahas strutural bahasa ini lebih menitik beratkan pada bidang fonetik. Bahasa menurut Boaz merupakan tuturan artikulasi yang berupa kategori gramatikal, pronomina kata ganti (sendiri atau non sendiri) dan verb (orang, number, tense, mood, dan voice).
Seorang mahasiswa Boas yang bernama Edward Sapir tak kalah dalam menyampaikan argumennya. kajiannya yang terkenal ialah mengenai suatu pemerian bahasa. Selain itu, ia juga mempunyai suatu konsep bahasa yaitu makna bahasa dikaitkan dengan visual, tingkat pemahaman dan rasa hubungan serta kesesuaian bahasa dengan makna. Dari ide yang tertuang dibenaknya, murid dari Boaz ini lalu membagi konsepnya menjadi sub kajian yaitu unsur-unsur tuturan, bunyi bahasa, bentuk bahasa, bahasa-ras-dan kebudayaan. Unsur-unsur turunan berupa hubungan antara bentuk linguistik, proses gramatikal dan konsep gramatikal. Sedangkan bunyi bahasa mengenai pola atau perbedaaan bunyi cocok dalam perbedaan bahasa. Lain halnya dengan bentuk bahasa yang menurut Sapir dapat dibagi menjadi konsep dasar dan metode formal. Sedangkan pendapatnya yang terakhir mengenai corak suatu bahasa ini dia kaji karena sebelum menekuni bidang linguistik ia juga menekuni bidang antropologi.
          Linguis ketiga yang mengkaji bahasan ini ialah Leonard Bloomfield. Bloomfield merupakan linguis Amerika yang peling besar peranannya dalam menyebarkan prinsip dan metode strukturalisme Amerika. Salah satu rumusannya digambarkan dengan rumus rangsangan dan tanggapan dengan formula R – t.....r – T maksudnya suatu rangsangan praktis (R) menyebabkan seorang berbicara alih-alih bereaksi secara praktis, ini merupakan penganti bahasa-bahasa (t). Bagi pendengar, hal itu merupakan rangsangan pengganti bahasa (r) yang menyebabkan dia memberi tanggapan praktis (T). Rumus di atas sangat sinkron bila diterapkan dengan teori makna Bloomfield yang membedakan peristiwa bahasa dengan peristiwa praktis dalam sebuah tuturan. Selain teori tersebut Bloomfield juga mencetuskan teori mengenai bentuk bahasa, dari hasil penelitiannya digariskan bahwa bentuk bahasa dibagi menjadi dua bentuk terikat dan bentuk bebas, serta 4 cara penyusunan form yaitu order, modulation, phonetic modification dan selection. Bentuk dapat dibagi dalam beberapa kelas yaitu Sentence type (kalimat Tanya, kalimat berita dan sebagainya), Construction (bisa juga disebut Syntax) dan Substitution (bentuk grammar yang berhubungan dengan penggantian konvensional)
        Selain ketiga tokoh sentral tersebut, dalam perkembangan strukturalisme Amerika juga diteruskan oleh sebagian murid-muridnya lPasca Bloomfield. Kejanggalan dalam menjelaskan analisis bahasa dijelaskan oleh murid kesayangan Bloomfield, yaitu Charles F. Hockett. Penjelasan itu diungkapkan dalam bukunya yang berjudul ‘ Two models of Grammatical Description ‘.

2.3 Faktor-faktor yang menyebabkan berkembangnya Strukturalisme   Amerika
1. Pada masa itu para linguis di Amerika menghadapi masalah yang sama, yaitu banyak sekali bahasa Indian di Amerika yang belum diperikan. Mereka ingin memerikan bahasa bahasa-bahasa Indian dengan cara yang baru, yaitu secara sinkronik. Karena cara lama yaitu historis atau secara diakronik kurang bermanfaat dan diragukan keberhasilannya. Karena sejarah bahasa Indian itu sedikit sekali diketahui. Malah banyak yang belum diketahiui.
2. Sikap Bloomfield yang menolak mentalistik yang sejalan denhan iklim filsafat yang berkembang pada masa itu di Amerika, yaitu filsafat behaviourisme. Oleh karena itu, dalam memerika bahasa aliran strukturalisme ini selalu mendasarkan diri dalam fakta-fakta objektif yang dapat dicocokkan dalam kenyataan – kenyataan yang dapat diamati. Juga tidak mengherankan kalau masalah makna dan arti kurang mendapat perhatian. Malah ada linguis amerika yang mendapat perhatian,bahkan ada linguis Amerika misalnya Zellig S. Haris dengan bukunya Structural Linguistics yang terpengaruh oleh Bloomfield bertindak lebih jauh dengan meninggalkan makna  sama sekali.Hal itu dikarenakan oleh cara kerjanya yang berdasarkan pada data empiris,sebagai contoh fonem,morfem dan kalaimat yang dapat dianalisis dan dipisah pisahkan.Sedangkan makna tidak bias dianalisis secara empiris.
3. Adanya The Linguistic Society of America menciptakan hubungan yang baik antara linguis-linguis sampai menerbitkan majalah language , wadah tempat melaporkan hasil kerja mereka.Mereka bekerja dengan cara menekankan pentingnya data yang objektif dalam bahasa. Bentuk satuan satuan bahasa diklasifikasikan berdasarkan distribusinya sehingga mereka disebut kaum distribusionalis. Aliran strukturalis yang dikembangkan oleh Bloomfield dan para pengikutnya  disebut Taksonomi atau Bloomfieldian dan post-Bloomfieldian. Disebut demikian (aliran Taksonomi) dikarenakan oleh sistem analisis dan klasifikasi unsur-unsur bahasa berdasarkan hubungan hierarkinya.


2.4 Teori dan Praktik
       Dasar dari teori aliran strukruralisme Amerika adalah fokus penelitian pada struktur bahasa. Contohnya dalam analisis kalimat adalah digunakannya teknik Immediate Constituen Analisys (IC Analisys) . Bahan analisisnya adalah unsur-unsur langsung yang menyusun suatu kalimat.
        Unsur langsung itu adalah struktur bahasa. Struktur Bahasa adalah kesatuan pola yang menyusun kerangka suatu bahasa. Struktur itu memilki hubungan hierarki antara unsur yang satu dengan yang lainnya. Unsur paling kecil akan membentuk unsur yang lebih besar. Dan unsur itu yang lebih besar itu akan membentuk unsur yang lebih besar lagi. Begitu seterusnya.

Berikut hierarki struktur bahasa yang dimaksud :


a.      FON
Fon adalah bunyi ujaran yang diucapkan dan didengar oleh indra pendengar kita. Fon secara khusus dipelajari dalam fonetik.
b.      FONEM
Fonem adalah perwujudan dari fon dan memiliki fungsi pembeda. Cabang ilmu fonemik mempelajari ini. Antara fonetik dan fonemik merupakan cabang ilmu dari ilmu Fonologi.
c.       MORFEM
Morfem adalah satuan bahasa terkecil yang mampu muncul berulang-ulang dengan bentuk lain. Perilaku morfem secara khusus dipelajari dalam Morfologi.
d.      KATA
Kata merupakan satuan Sintaksis. Kata memiliki beberapa ragam tergantung sudut pandang mana yang dijadikan acuan.
e.       FRASE
Frase merupakan sebuah kata atau lebih yang memiliki kesamaan fungsi.
f.       KLAUSA
Klausa ditandai dengan intonasi belum berhenti atau koma.
g.      KALIMAT
Kalimat merupakan sebuah klausa atau lebih  dalam satu intonasi final atau titik.
h.      WACANA
Wacana adalah gabungan antara beberapa kalimat dalam hubungan antara hal-hal yang umum dengan hal-hal yang lebih khusus. Atau dapat juga dikatakan sebagai gabungan kalimat yang memiliki hubungan dekat. Atau hubungan lain yang saling melengkapi.

Dari keempat bentuk visualisasi pengklasifikasian unsur-unsur kalimat di atas terlihat bahwa hubungan antar struktur bersifat hierarki.
           Secara teori, kaum strukturalis Amerika memotong-motong,memisah-misahkan bahasa dalam strutur bahasa. Hubungan antar struktur bhasa yang hierarki ini tidak ditelaah secara hierarki pula. Tetapi justru diberi batasan bahwa antar struktur tidak dapat disangkut pautkan. Misalkan saja saat meneliti kata yang dijadikan dasarnya adalah tentang kata itu sendiri. Tidak dapat dilihat dari struktur yang lebih kecil seperti morfem atau fonem.
         Oleh karena metode penelitian yang berusaha mensegmentasikan bahasa dalam fon, fonem dan seterusnya itu oleh kaum transformasi memberikan sebutan dengan ilmu taksonomi bahasa. Hal itu dikarenakan oleh penelitian yang bersifat penemuan-penemuan. Dalam ilmu lain, taksonomi adalah tahapan penelitian paling mendasar. Dan bagi kaum transformasi kaum strukturalisme Amerika adalah kaum yang belum sampai pada penarikan teori kebahasaan.
         Hal yang cukup fundamental dalam strukturalisme Amerika adalah kaum strukturalisme Amerika menganggap bahwa aspek makna atau semantik tidaklah penting bagi bahasa. Aspek itu pernah disinggung dalam suatu pembahasan namun tidak dijadikan pertimbangan yang cukup penting. Dan yang menjadi fokus penelitian tetap terbatas pada strukturnya saja.
         Bloomfield masih terpengaruh oleh filsuf-filsuf behaviorisme. Sehingga dalam meneliti bahasa Bloomfield menganggap bahwa bahasa dapat berupa verbal maupun nonverbal. Bahasa verbal dapa berupa ujaran sedangkan bahasa non verbal adalah berupa tingkah laku sebagai respon bahasa verbal. Bahasa non verbal juga dapat berupa isi hati seseorang yang tidak diungkapkan dalam bentuk ujaran. Sehingga dalam bentuk bukan ujaran pun bahasa non verbal tetaplah merupakan bahasa.




BAB III
PENUTUP

3.1       KESIMPULAN
            Satu hal yang dapat disimpulkan dari Aliran Strukturalis Amerika adalah bahwa dalam analisis bahasa yang digunakan hanyalah bahan yang mentah. Yaitu tanpa melihat dari segala aspek yang dikandung secara hierarki tersebut sebagai satu kesatuan yang utuh. Antar struktur tidak terjalin suatu korelasi terlebih mengenai aspek semantik.
3.2       SARAN
            Perlu adanya suatu interpretasi antar struktur sehingga segala aspek bahasa mampu saling melengkapi. Karena antar struktur jelasnya memilki hubungan yang dekat terkait dengan hierarkinya.





DAFTAR PUSTAKA
1.      Chaer, Abdul.2007. Linguistik Umum. Rineka Cipta : Jakarta
2.      Dardjowidjojo,Soenjono (Ed).1987,Linguistik:Teori & Terapan.jakarta:Lembaga  Bahasa Universitas Katholik Atma Jaya

3.       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar